Wednesday, May 7, 2014

Batik

Batik

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di masa lampau, khususnya di Kerajaan Mataram  kemudian Kerajaan Keraton Solo  dan Yogyakarta .
Batik Jateng
Batik khas Jawa Tengah yang menjadi produk andalan. Eh, kamu suka memakai baju batik juga, ga? Foto: jatengprov.go.id
Awalnya batik dikerjaan terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja, keluarganya, serta para pengikutnya.
Oleh karena banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton untuk dikerjakan di tempat masing-masing.
Seiring berjalannya waktu, kesenian batik ini ditiru oleh rakyat setempat dan kemudian menjadi pekerjaan kaum wanita di dalam rumahnya untuk mengisi waktu senggang.
Selain itu, batik yang awalnya hanya untuk keluarga keraton, akhirnya menjadi pakaian rakyat yang digemari pria dan wanita.
Dahulu, bahan kain putih yang dipergunakan untuk membatik adalah hasil tenunan sendiri. Sementara bahan pewarnanya diambil dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia.
Beberapa bahan pewarna tersebut antara lain pohon mengkudu, soga, dan nila. Bahan sodanya dibuat dari soda abu dan garamnya dari tanah lumpur.
Sentra kerajinan batik tersebar di daerah Pekalongan, Kota Surakarta, dan Kab. Sragen. (Kidnesia/berbagai sumber)

Tuesday, May 6, 2014

Gerhana Matahari, Pukul Berapa Harus Menyaksikannya?

KOMPAS.com — Gerhana matahari terjadi di sebagian wilayah Indonesia Selasa (29/4/2014). Tak seperti gerhana bulan yang berlangsung lama, gerhana matahari berlangsung dalam waktu yang lebih terbatas. Oleh sebab itu, mengetahui waktu terbaik untuk mengamatinya sangat perlu.

Waktu terbaik untuk mengamati gerhana matahari sebagian besok dari sebagian wilayah Indonesia bervariasi. Demikian juga durasi dan magnitudo atau persentase piringan matahari yang tertutup oleh bulan.

Berikut waktu pengamatan gerhana dari 62 kabupaten/kota di enam provinsi di Indonesia yang berpotensi melihat gerhana matahari. Data merupakan hasil olahan astronom amatir, Ma'rufin Sudibyo, dengan perangkat lunak Emapwin 1.21. 

Ampas Tebu Jadi Sumber Energi Alternatif

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ampas tebu selama ini hanya menjadi limbah, bahkan sumber pencemaran lingkungan di sekitar pabrik gula. Namun dengan kreativitas sekelompok mahasiswa Univeritas Gajah Mada, limbah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Mereka adalah Rivandi Pranandita Putra, Agustinus Wahyu Krisnanta, dan Latiful Muttaqin, mahasiswa Fakultas Pertanian, UGM. Keempatnya berinovasi mengolah limbah ampas tebu menjadi biobriket limbah ampas tebu dengan enceng gondok (BIOLATEK).

“Dalam satu kilogram limbah ampas tebu mengandung setidaknya 2,5 persen gula dengan nilai kalor sebesar 1.825 kkal. Nilai kalor ini masih bisa ditingkatkan jika dicampur dengan sumber biomassa lainnya seperti enceng gondok,” kata Revandi, Rabu (30/4/2014).

Lebih lanjut, Revandi mengatakan, sumber energi alternatif ini memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di masa depan. Hal itu mengingat, kemungkinan semakin luasnya perkebunan tebu di Indonesia, seiiring dengan gerakan swasembada gula nasional.

“Jika dikembangkan biobriket ini akan dapat mencukupi kebutuhan energi tidak hanya rumah tangga dan industri, tapi juga sebagai sumber energi pembangkit listrik,” lanjut Revandi.

Dengan kreasinya itu, mereka berhasil menjuarai lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional MIPA Road to Scientific Paper and Seminar (MARSS) 2014. Kegiatan itu sudah digelar 27 April kemarin di Universitas Negeri Yogyakarta. Tim UGM menyabet juara II dengan menyisihkan 80 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Labels

Follow us on facebook

Labels

Featured Posts

Popular Posts

Menu

Ad 728×90px

Contact Form

Name

Email *

Message *

Recent Posts

Contact Us

Name

Email *

Message *

Find Us